<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Writing kanji: doing it the traditional way</title>
	<atom:link href="http://singularity.agronesia.net/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://singularity.agronesia.net/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/</link>
	<description>A personal changelog of Agro Rachmatullah</description>
	<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 03:02:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: Sazka</title>
		<link>http://singularity.agronesia.net/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-453</link>
		<dc:creator>Sazka</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 19:17:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agro1986.wordpress.com/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-453</guid>
		<description>ahh huruf kanji susah amet :(

huruf hiragana sama katakana yg udh apal aja msh mandet bacanya gmn kanji -_________-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ahh huruf kanji susah amet <img src='http://singularity.agronesia.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>huruf hiragana sama katakana yg udh apal aja msh mandet bacanya gmn kanji -_________-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agro Rachmatullah</title>
		<link>http://singularity.agronesia.net/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-428</link>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 00:50:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agro1986.wordpress.com/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-428</guid>
		<description>Great! I'm actually starting to do that too, following a kanji-kentei practice book. But of course with the enclosed context sentence :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Great! I&#8217;m actually starting to do that too, following a kanji-kentei practice book. But of course with the enclosed context sentence <img src='http://singularity.agronesia.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Alex</title>
		<link>http://singularity.agronesia.net/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-427</link>
		<dc:creator>Alex</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 11:02:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agro1986.wordpress.com/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-427</guid>
		<description>I learn by drill writing too, but I do whole words instead of single kanji.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I learn by drill writing too, but I do whole words instead of single kanji.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aguro &#187; Blog Archive &#187; Practicing kanji writing with Mnemosyne: the gory details</title>
		<link>http://singularity.agronesia.net/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-404</link>
		<dc:creator>Aguro &#187; Blog Archive &#187; Practicing kanji writing with Mnemosyne: the gory details</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 11:17:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agro1986.wordpress.com/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-404</guid>
		<description>[...] have written on my old blog about how important it is to practice kanji writing using Mnemosyne. Here I will describe the process in more detail, not about the way questions are crafted [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] have written on my old blog about how important it is to practice kanji writing using Mnemosyne. Here I will describe the process in more detail, not about the way questions are crafted [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Writing kanji: doing it the traditional way &#171; Singularity on the Plane</title>
		<link>http://singularity.agronesia.net/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-375</link>
		<dc:creator>Writing kanji: doing it the traditional way &#171; Singularity on the Plane</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 03:45:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agro1986.wordpress.com/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-375</guid>
		<description>[...] kanji: doing it the traditional&#160;way  This post has been moved to singularity.agronesia.net: &#8220;Writing kanji: doing it the traditional way&#8221;. Please visit the new [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] kanji: doing it the traditional&nbsp;way  This post has been moved to singularity.agronesia.net: &#8220;Writing kanji: doing it the traditional way&#8221;. Please visit the new [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agro Rachmatullah</title>
		<link>http://singularity.agronesia.net/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-234</link>
		<dc:creator>Agro Rachmatullah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2007 01:53:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agro1986.wordpress.com/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-234</guid>
		<description>&#62;&#62; Saya walau sudah hapal hiragana, masih juga tertatih-tatih membaca deretannya.

Tinggal masalah jam terbang aja. Kalau sering latihan baca lama-lama lancar. Aku inget, waktu awal-awal belajar hiragana dulu aku nyetel mp3, kuset kecepatannya jadi 50% (pake WMP), dan kucoba ngikutin dengan ngebaca hiragana di liriknya.

&#62;&#62; Masalahnya, kalau menulis, suka lupa urutan strokenya atau cara penulisan.

Aku sesekali ngecek lagi stroke order kana, untuk memastikan aja apakah yang kugunakan masih benar. Soalnya bisa saja, kita sudah menghafal yang benar, lalu di tengah jalan kita (nggak sengaja/lupa) menggambar dengan stroke order semaunya sendiri, dan pada akhirnya stroke order "konvensi pribadi" itu yang kita anggap benar :)...

&#62;&#62; Wah, kalo Kanji baru diajarin di level 4. Kira2 awal yang baik bagaimana

Menurutku, cara terbaik memilih kanji yang akan dipelajari adalah mempelajari kanji yang memang muncul di media tertentu, misalnya lirik lagu. Jadi, ada konteks nyata saat mempelajari kanji tersebut. Ya, jadi nggak usah bergantung sama daftar semacam Jouyou Kanji.

(aku pernah nyoba keduanya, mempelajari berdasarkan apa yang muncul di media tertentu vs mempelajari kanji di daftar seperti Jouyou Kanji. Lebih menyenangkan yang pertama)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&gt;&gt; Saya walau sudah hapal hiragana, masih juga tertatih-tatih membaca deretannya.</p>
<p>Tinggal masalah jam terbang aja. Kalau sering latihan baca lama-lama lancar. Aku inget, waktu awal-awal belajar hiragana dulu aku nyetel mp3, kuset kecepatannya jadi 50% (pake WMP), dan kucoba ngikutin dengan ngebaca hiragana di liriknya.</p>
<p>&gt;&gt; Masalahnya, kalau menulis, suka lupa urutan strokenya atau cara penulisan.</p>
<p>Aku sesekali ngecek lagi stroke order kana, untuk memastikan aja apakah yang kugunakan masih benar. Soalnya bisa saja, kita sudah menghafal yang benar, lalu di tengah jalan kita (nggak sengaja/lupa) menggambar dengan stroke order semaunya sendiri, dan pada akhirnya stroke order &#8220;konvensi pribadi&#8221; itu yang kita anggap benar :)&#8230;</p>
<p>&gt;&gt; Wah, kalo Kanji baru diajarin di level 4. Kira2 awal yang baik bagaimana</p>
<p>Menurutku, cara terbaik memilih kanji yang akan dipelajari adalah mempelajari kanji yang memang muncul di media tertentu, misalnya lirik lagu. Jadi, ada konteks nyata saat mempelajari kanji tersebut. Ya, jadi nggak usah bergantung sama daftar semacam Jouyou Kanji.</p>
<p>(aku pernah nyoba keduanya, mempelajari berdasarkan apa yang muncul di media tertentu vs mempelajari kanji di daftar seperti Jouyou Kanji. Lebih menyenangkan yang pertama)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pramur</title>
		<link>http://singularity.agronesia.net/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-235</link>
		<dc:creator>pramur</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2007 03:34:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agro1986.wordpress.com/2007/04/18/writing-kanji-doing-it-the-traditional-way/#comment-235</guid>
		<description>Numpang nimbrung nih Mas...
Hm... Saya walau sudah hapal hiragana, masih juga tertatih-tatih membaca deretannya. Masalahnya, kalau menulis, suka lupa urutan strokenya atau cara penulisan. Sementara ini, "konvensi pribadi" yang saya pake "dari kiri ke kanan" dan "dari atas ke bawah". Kalau untuk urutan stroke, biasanya saya pake "mode berputar" (maksudnya, semua huruf saya anggap ditulis dengan lingkup lingkaran).

Wah, kalo Kanji baru diajarin di level 4. Kira2 awal yang baik bagaimana ya Bos? :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Numpang nimbrung nih Mas&#8230;<br />
Hm&#8230; Saya walau sudah hapal hiragana, masih juga tertatih-tatih membaca deretannya. Masalahnya, kalau menulis, suka lupa urutan strokenya atau cara penulisan. Sementara ini, &#8220;konvensi pribadi&#8221; yang saya pake &#8220;dari kiri ke kanan&#8221; dan &#8220;dari atas ke bawah&#8221;. Kalau untuk urutan stroke, biasanya saya pake &#8220;mode berputar&#8221; (maksudnya, semua huruf saya anggap ditulis dengan lingkup lingkaran).</p>
<p>Wah, kalo Kanji baru diajarin di level 4. Kira2 awal yang baik bagaimana ya Bos? <img src='http://singularity.agronesia.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
