Archive for the ‘Bahasa Indonesia’ Category

Commanding someone using “sana”

Thursday, May 15th, 2008 by Agro Rachmatullah

In bahasa Indonesia, “sana” literally means “there” like this sentence shows:

(1) Nanti malem aku bakal ke sana.
- I will go there tonight.

However, another of its important use is to make a casual yet strong command. Some example sentences:

(1) Kerjain PR sana!
- Go do your homework!

(2) Sana main di luar!
- Go play outside!

(3) Mandi dulu sana!
- Go take a bath first!

As can be seen, “sana” can be put either at the front or the end of the sentence. It has a sense of urgency, e.g. “do it immediately”. It also implies anger or annoyance on the speaker’s part, and the speaker won’t really accept a “no”. If you want to associate “sana” with its literal meaning “there”, you can remember it as having the connotation “go there and do what I told”.

It’s used when there is a very close relationship between the speaker and the one commanded, where such strong words are acceptable. Examples include a parent telling their child and a boy being angry towards his older sister.

- Jangan ngenet mulu, belajar sana!

The corruption of the last syllable containing the vowel ‘a’ on Indonesian

Sunday, December 23rd, 2007 by Agro Rachmatullah

In spoken Indonesian, the vocal ‘a’ on the last syllable of many words change into ‘e’. When this colloquial corruption exists, using the correct version sounds very very stiff and formal. Here are some examples:

teman -> temen (friend)
Temenmu tadi juga kuliah di UGM? - Does your friend (which we met earlier) also study in UGM?

But not preman -> premen (even though it has the same last syllable as the previous example)

dalam -> dalem (inside)
Bukunya ada di dalem tas yang kecil itu. - The book is inside that small bag.

malam -> malem (night)
Gimana kalo ngerjainnya nanti malem aja? - How about doing it later tonight?

But not salam -> salem

tanam -> tanem (to plant), also its derived word tanaman -> taneman (plant)
Tadi aku ngeliat taneman aneh lo di kuburan! - I found a weird plant on the cemetery, you know!

enam -> enem (six)
Aku udah nyoba enem kali tapi masih belum bisa menang juga. - I’ve tried six times but still couldn’t win.

But not senam -> senem

senang -> seneng (to like)
Aku nggak gitu seneng lagu ini. - I don’t really like this song.

But not renang -> reneng

simpan - simpen (to keep something in a place)
Simpen di tempat yang aman lo! - Make sure you keep it in a safe place!

But not depan -> depen

malas -> males (lazy)
Kalau kamu males-malesan, mana bisa lulus? - If you act lazy, how can you pass?

But not kelas -> keles

Most of the words that I could think of ends with -n, -m, or -ng (which in Japanese is all represented by ん). Can you find other examples?

It is OK to use the corrupted vocabulary presented here when talking to someone higher (e.g., teacher). However, it is not used in formal writing or speech.

Panduan Yahoo! Jisho: Kamus Jepang Inggris dengan Banyak Contoh Kalimat

Saturday, December 8th, 2007 by Agro Rachmatullah

Saat aku sedang terhubung ke Internet, Yahoo! Jisho adalah situs kamus Jepang-Inggris yang selalu kukunjungi. Banyaknya contoh kalimat untuk tiap makna yang berbeda membuat kamus ini sangat berguna saat aku menemui kata baru. Alamatnya ada di http://dic.yahoo.co.jp. Artikel ini akan memandu kamu menggunakan situs tersebut sebagai kamus Jepang-Inggris. (Situs tersebut juga bisa digunakan sebagai kamus lain, misalnya Jepang-Jepang.)

Kamus Jepang Inggris Yahoo!

Situsnya berbahasa Jepang, namun jangan panik karena panduan ini akan menjelaskan semua bagian pada form pencarian tersebut.

Nomor 1 merupakan kotak teks untuk menulis kata yang ingin dicari. Kalau kata yang ingin dicari tersebut bersumber dari halaman web atau sejenisnya, cukup dicopy-paste ke tempat ini. Sebagai contoh, kamu bisa mencoba kata-kata berikut: わたし, アイドル, 好き. Kotak tersebut menerima hiragana, katakana, maupun kanji dari suatu kata. Contohnya, untuk mencari kata “kirei” kamu bisa memberikan きれい, キレイ , maupun 奇麗. Tentu saja kita tidak bisa memasukkan romaji, karena bahasa Jepang memang tidaklah ditulis menggunakan romaji.

Bagaimana kalau kamu ingin menuliskan katanya sendiri, tetapi di komputer kamu tidak ada IME? Kunjungi saja http://agro1986.googlepages.com/ime.htm (Uhuk, uhuk, promosi…).

Gama Web-based Japanese Input Method Editor (IME) with Ajax!!!

Pada aplikasi web tersebut, klik tombol “Turn IME On” lalu mulailah mengetik suatu kata di kotak teksnya, misalnya “sugoi”. Katanya akan langsung dirubah menjadi hiragana (sugoiiii). Tekan Enter setelah selesai mengetik katanya, lalu copy-paste hasilnya ke kotak teks Yahoo! Jisho. (Tips: Sebelum menekan Enter, tekan F7 untuk merubahnya ke katakana.)

Berikutnya, nomor 2 adalah metode pencocokan kata. Pilihannya, dari atas ke bawah, adalah:

  1. で始まる (INPUT de hajimaru): Dimulai dengan masukan. Sebagai contoh, jika masukan adalah かみ (kami), maka selain kata tersebut, kata seperti かみなり (kaminari) juga akan dicari.
  2. に一致する (INPUT ni icchi suru): Cocok persis dengan masukan. Jika memberi かみ (kami), maka hanya kata tersebut yang akan dicari.
  3. を含む (INPUT o fukumu): Berisi masukan. Dengan kata lain, masukan bisa berada di awal, tengah, maupun akhir kata. Dengan masukan かみ (kami), maka selain kata tersebut, kata seperti かみなり (kaminari), おかみさん (okamisan), dan あかみ (akami) juga akan dicari.
  4. で終わる (INPUT de owaru): Diakhiri masukan. Sebagai contoh, jika masukan adalah かみ (kami), maka selain kata tersebut, kata seperti あかみ (akami) juga akan dicari.
  5. を解説に含む (INPUT o kaisetsu ni fukumu): Berisi masukan pada penjelasannya. Sebagi contoh, jika masukan adalah かみ (kami), maka あな (ana, “lubang”) akan menjadi salah satu hasil pencarian karena halaman penjelasannya berisi contoh kalimat 「おおかみの穴」 (ookami no ana).

Pada umumnya, yang aku gunakan adalah pilihan kedua dari atas (に一致する, cocok persis).

Nomor 3 di screenshot pertama adalah pilihan kamus. Dari kiri ke kanan, pilihannya adalah:

  1. 国語 (kokugo): Kamus Jepang-Jepang. Memberikan penjelasan yang sangat mendetil mengenai tiap kata… dalam bahasa Jepang.
  2. 類語 (ruigo): Kamus sinonim. Berguna untuk mencari alternatif kata yang tidak umum untuk membuat teman-teman kamu terkagum-kagum.
  3. 英和 (eiwa): Kamus Inggris-Jepang. Ingatlah untuk memberikan masukan berupa bahasa Inggris.
  4. 和英 (waei): Kamus Jepang-Inggris. Topik yang dibahas di panduan ini.
  5. すべての辞書 (subete no jisho): Cari di semua kamus.

Kalau kamu seperti aku, yang menggunakan kamus ini saat menemukan kata baru waktu membaca, maka kamu akan memilih pilihan keempat.

Terakhir, pilih tombol yang ditandai dengan 4 pada screenshot pertama yaitu 検索 (kensaku, cari). Inilah contoh suatu hasil pencarian:

Hasil pencarian Yahoo! Dictionary

Jangan kaget kalau sekali lagi tidak ada romaji. Ayo belajar huruf Jepang yang sebenarnya! Di balik rintangan berupa sistem penulisan yang indah tersebut, kamu akan menemukan kamus ini sebagai kamus yang kaya akan contoh kalimat dan sangat berguna sebagai teman membaca kamu.

Kalau kamu menuliskan kana (hiragana ataupun katakana) sebagai masukannya, seluruh kata dengan bunyi tersebut akan dicari. Sebagi contoh, kalau kamu melakukan pencarian persis terhadap kata きく, maka kamu akan mendapatkan mulai dari 菊 (bunga Krisantemum) sampai 聞く (mendengar, bertanya).

Di lain pihak, kalau kamu menuliskan kanji sebagai masukan, maka seluruh bacaannya akan diberikan. Sebagai contoh, kalau kamu memberikan 間, maka berbagai bacaannya mulai dari あいだ (aida) sampai ま (ma) akan diperoleh.

Untuk pencarian yang mengembalikan banyak hasil tersebut, kamu bisa berganti hasil pencarian melalui kotak pilihan yang terletak di sebelah kanan:

Alternatif hasil pencarian Kamus Yahoo!

Masih banyak yang bisa dibahas dari penggunaan Yahoo! Dictionary ini, namun aku harap panduan ini sudah cukup untuk membuat kamu tertarik untuk mulai menggunakan situs tersebut. Semoga berguna!

Bunting, HP Frenku itu…

Tuesday, December 4th, 2007 by Agro Rachmatullah

Waktu handphone pertamaku rusak, aku dibelikan Fren oleh bapakku. Inilah keadaanya saat ini:

HP Fren

Model HPnya Samsung sekian sekian dan menggunakan CDMA. Dilihat dari luar sepintas sih sepertinya tidak ada yang aneh. Tapi kalau dibuka:

Baterai HP Fren yang keluar dari tempatnya

Loh, kok baterainya njengking dari posisi normalnya? Inilah alasannya:

Baterai HP cembung

Kalau diperhatikan baik-baik, terlihat bahwa baterai HPnya cembung, seperti perut wanita hamil! Sial, aku memang sering meletakkan HPku di dekat HP-HP lain, tapi aku tidak menyangka hasilnya akan seperti ini. Ada yang lebih mengerikan lagi:

Baterai HP retak, siap meledak kapan saja

Salah satu sisinya retak, seperti telur yang akan menetas! Aduh, sudah berapa bulan ini ya…

OK, kita kembali serius karena ini masalah fatal. Ya, baterai ini sepertinya bisa meledak kapan saja kalau dibiarkan terus beroperasi! Kalau meraba baterainya langsung, kecembungannya benar-benar terasa besar dan mengerikan.

Memang baterai HP ini sudah cukup lama bermasalah. Terlalu gampang ngedrop! Tapi aku nggak pernah kepikiran kalau baterainya sampai menggembung seperti ini.

Beberapa waktu yang lalu, saat sedang makan di warung lesehan sama temanku, temanku itu membuka HPnya dengan alasan yang aku lupa. Aku juga ikut-ikutan membuka HPku, dan jreeeeng betapa kagetnya aku saat melihat baterai HPku seperti ini. Untung saja ketahuan waktu itu, soalnya kalau dibiarkan terus bisa-bisa aku jadi korbannya! Tahu kasus baterai-baterai laptop Sony meledak yang menyebabkan recall besar-besaran? Ngeri…

Sampai aku beli baterai baru, aku nggak akan nyalain HPku. Ah teknologi emang bikin pusing… Daripada capek mikirin HP, mending dengerin musik H!P dulu deh… (Pun, pun, pun… Apa ya bahasa Indonesianya?)

Pe-nanti-an

Friday, November 30th, 2007 by Agro Rachmatullah

Kami, kami, kami
Aku menunggu kertas itu
Menanti penilaian Tuhan
Sampai rambutku memanjang
Kami, kami, kami

- Agro

Ah, capeknya… Berkas terakhir yang aku perlukan untuk yudisium adalah nilai TA asli yang bisa diperoleh di sekretariat program studi S1 matematika. Hanya saja, petugasnya yaitu Mba Mira tidak ada!!!

Aku menunggu di dekat pintu masuk ruangan tersebut. Ada colokan listrik, meja, dan kursi di situ. Dengan laptop, semuanya bisa saja jadi sempurna. Yang kurang hanyalah koneksi Wifi yang fungsional.

Sambil duduk dan menyalakan komputer, aku diganggu oleh suara dak-duk-duk dan srek-esrek-srek beberapa tukang bangungan yang sedang merenovasi toilet di belakangku. Bau khas situs konstruksi pun sesekali tercium tajam. Aku menunggu walaupun kedatangan Mba Mira juga “belum pasti”, kata petugas lainnya. Tertulis di meja Mba Mira bahwa dia sedang mengikuti “PELATIHAN DI SMILE GROUP”. Apa mungkin dia kurang ramah ya sehingga dikirim oleh kantor mengikuti pelatihan tersebut :)?

Niatnya, sambil menunggu aku mau menulis komentar tentang kertas pengumuman yang terlihat dari tempatku duduk, tentunya untuk ngejar setoran blog. Tapi saat mulai mengetik, datang teman satu kelompok dari mata kuliah “Pengantar filsafat ilmu dan sejarah matematika” yang dulu pernah kuambil. Dia sudah lulus dengan topik TA aljabar. Saat kutanya lebih lanjut tentang apa yang ditulis, dia memulainya dengan pertanyaan, “Tau ring?” Pertanyaan bagus, yang sayangnya hanya bisa kujawab dengan “Cuma pernah denger.” “Kalau grup?”, tanyanya lagi. “Cuma pernah denger juga.” Setelah tahu bahwa aku tidak mengerti apa-apa tentang aljabar, dia menjelaskan TA-nya dengan sangat bijak dan mudah dimengerti, “Ya, pokoknya tentang sesuatu yang abstrak di aljabar.” Sial, beginilah nasib anak MIPA yang tidak berpendidikan, yang tahunya malah “grup” idol macam Momusu

Singkatnya, aku akhirnya ngobrol sambil menunggu Mba Mira. Ngomongin pendadaran. Kata anak matematika temanku itu, dia dosen pembimbingnya dua dan dosen pengujinya tiga. Ngomongin wisuda. Katanya dia pernah ngehadirin temen-temennya wisuda, nunggu di luar GSP. Saat momen siiiiing muncul, cuaca pun diobrolin karena kebetulan memang sedang mendung. Dan semua ini berakhir dengan buruk: Mba Mira tidak datang. Karena ini terjadi Jum’at, terpaksa deh menunggu minggu berganti untuk mencari Mba Mira lagi. Tentang pengumuman yang sebetulnya mau kukomentarin, kapan-kapan aja, untuk saat ini kusimpan dulu di “box” bahan blog. Tahu struktur data box kan? First in, random out (karena ngambilnya sambil ngubek-ngubek).

Urusan setelah pendadaran memang repot…

Mahasiswa MIPA: Klaim Duitmu

Monday, November 26th, 2007 by Agro Rachmatullah

Aku mahasiswa MIPA UGM angkatan 2003. Pada semester ke-8 dan 9, aku hanya mengambil Tugas Akhir (TA). Apakah kalian tahu bahwa mahasiswa MIPA UGM yang hanya mengambil TA dapat meminta yang namanya uang kelebihan pembayaran? Besarnya lumayan: Rp. 300.000,00! (bukan “!” faktorial, tapi tanda seru biasa)

Ini adalah informasi yang hanya menyebar dari mulut ke mulut. Sepertinya pihak MIPA tidak mau mensosialisasikan hal ini dengan aktif, dengan harapan mahasiswa tidak ada yang tau.

Inilah prosedur untuk mendapatkannya: (berdasar ingatan jadi mungkin ada ketidakakuratan di sana-sini)

  1. Ke bagian kemahasiswaan selasar MIPA utara. Bilang sama pegawainya kalau kamu hanya mengambil TA dan mau mengambil uang kelebihan pembayaran. Nanti kamu akan disuruh masuk untuk menemui pegawai tertentu dan menyerahkan fotokopi KRS.
  2. KRS tersebut akan dicek kebenarannya dan dicap. Kalau kamu datang pagi, proses pengecapannya bisa selesai di siang harinya.
  3. Minta form kelebihan pembayaran di bagian keuangan lantai 2 selasar MIPA utara. Isi formnya dan sertakan lampiran berupa fotokopi KTM, fotokopi bukti pembayaran, dan fotokopi KRS yang telah dilegalisir.
  4. Kembalikan semuanya ke bagian keuangan.
  5. Tunggu sampai nama kamu dipanggil di pengumuman selasar MIPA utara. Prosesnya sekitar sebulan.
  6. Ambil duitmu :)

Selamat mecoba, dan jangan lupa beritahu ke teman-teman kamu :).

Lulus?

Thursday, November 22nd, 2007 by Agro Rachmatullah

合格 - passing an exam

Ah, akhirnya lulus juga ujian pendadaran. Tinggal merevisi dan berbagai urusan administratif yang katanya malah jauh lebih mengerikan dari pendadaran itu sendiri. Ucapan terima kasihnya nanti saja, sekalian kalau wisuda :).

Ngomong-ngomong, sudah lama sekali blog ini terlantar. Posting sebelumnya adalah… Waks! 5 bulan yang lalu! Selama itu pula, spam-spam mulai dari link-link nggak jelas sampai cerita porno multiparagraf tumbuh berjamuran di sudut-sudut remang bagian comment blog ini. Bersih-bersih sudah selesai, jadi tinggal… Menghidupkan?

Tapi aku nggak niat ngomongin kenapa blog ini bisa terlantar begitu lama. Kalau isinya flashback melulu, rasanya seperti orang tua yang membuat autobiografinya karena merasa sudah hampir mati. Masa depanku masih terbentang panjang to? Lebih baik menulis tentang apa yang sedang kulakukan saat ini, dan mimpi-mimpi masa depan itu…

Jadi, mulai saat ini, blog ini akan menyediakan lagi hidangan rutinnya setiap Selasa dan Sabtu. Stay tuned…

SQLite, mesin SQL yang kecil dan cepat

Tuesday, May 29th, 2007 by Agro Rachmatullah

Waktu dulu aku mengambil mata kuliah basis data, aku menginstall server SQL kelas berat yaitu MySQL. Padahal, yang dulu ingin kulakukan hanyalah mengenal dan bermain-main dengan perintah SQL.

Berkas zip MySQL 3 yang waktu itu kusalin dari teman ukurannya sekitar 12 MB. Installer Windows MySQL 5 “Essential” ukurannya sekitar 22 MB. Adakah alternatifnya?

Mari berkenalan dengan SQLite, sebuah mesin SQL yang kecil dan cepat. Program dengan lisensi public domain ini sudah mencapai versi 3 saat artikel ini ditulis. Pada dasarnya, SQLite adalah pustaka bahasa C untuk dilink oleh program yang membutuhkannya (sqlite3.dll untuk Windows dan sqlite-3.x.x.so untuk Linux). Tersedia juga binding untuk banyak bahasa lain (misalnya System.Data.SQLite.dll untuk .NET). Contoh program yang menggunakan SQLite adalah Firefox 3 untuk basis data bookmarknya dan Banshee (pemutar musik C#) untuk basis data lagunya. Jadi dia bukanlah program server yang berjalan sendiri dan menunggu koneksi dari program lain sebagaimana MySQL.

Seluruh database (definisi, tabel, indeks, dan data) pada SQLite disimpan dalam satu berkas. Berkas ini cross platform.

Tapi kembali ke permasalahan semula. Kita ingin bermain-main dengan perintah SQL, bukannya membuat program yang menggunakan basis data. Untuk keperluan ini, di halaman download SQLite disediakan program konsol yang bisa membuat dan membaca berkas basis data SQLite. Program konsol itu sendiri merupakan contoh program yang memanfaatkan pustaka SQLite (tapi pada program ini SQLitenya dicompile bersama, tidak berada di file pustaka terpisah). Ukurannya sangat kecil, misalnya sqlite3-3.3.17.bin.gz untuk Linux berukuran 173.46 KiB dan sqlite-3_3_17.zip berukuran 174.64 KiB!

Tutorial Program Konsol SQLite

PS: Diasumsikan pembaca sudah mengerti perintah-perintah SQL dasar sehingga tidak ada penjelasan panjang lebar tentangnya. Walaupun begitu, mungkin artikel ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tutorial kotor tentang perintah SQL.

Programnya dijalankan dengan memberikan satu argumen berupa nama berkas basis data yang diinginkan. Jika berkasnya tidak ada, maka berkas baru akan dibuat. Ekstensi berkasnya bisa sembarang. Kita akan menggunakan db3 untuk menandakan bahwa itu adalah berkas database yang dibuat SQLite versi 3. Contohnya adalah:

$ sqlite3 test.db3

(Untuk pengguna Linux, ganti nama sqlite3-3.3.17.bin atau buat symbolic link seperlunya)

Setelah mengetikkan perintah tersebut kita akan dibawa ke konsol SQL!

SQLite version 3.3.17
Enter ".help" for instructions
sqlite>

Untuk melihat tabel-tabel yang ada pada basis data yang sedang digunakan, masukkan perintah .table:

sqlite> .table
sqlite>

Perintah yang diawali titik (seperti .table) adalah perintah khusus program konsol ini. Tentu saja, kalau basis datanya baru dibuat tidak akan ada tabel apa-apa.

Kita bisa membuat tabel baru dengan perintah SQL CREATE, misalnya:

sqlite> CREATE TABLE mahasiswa(
   ...> nim INTEGER PRIMARY KEY,
   ...> nama TEXT,
   ...> prodi CHAR(2));
sqlite> .table
mahasiswa
sqlite>

Perintah untuk membuatnya adalah “CREATE TABLE mahasiswa(nim INTEGER PRIMARY KEY, nama TEXT, prodi CHAR(2));“. Walaupun begitu, pada contoh penulisan perintahnya dipecah menjadi 3 baris. Perintah SQL diakhiri dengan titik koma, jadi selama kita belum menuliskan titik koma program tersebut masih menunggu input di baris berikutnya (ditandai dengan prompt...>“). Dengan perintah .table, bisa dilihat bahwa tabelnya memang sudah tercipta.

Berikutnya adalah memasukkan data pada tabel tersebut dengan perintah SQL INSERT dan menampilkan isi tabel dengan perintah SQL SELECT:

sqlite> INSERT INTO mahasiswa(nama, prodi) VALUES('Linus Torvalds', 'IK');
sqlite> INSERT INTO mahasiswa(nama, prodi) VALUES('Richard Stallman', 'FI');
sqlite> INSERT INTO mahasiswa VALUES(9374, 'Agro', 'IK');
sqlite> INSERT INTO mahasiswa VALUES(9374, 'Wijaya', 'IK');
SQL error: PRIMARY KEY must be unique
sqlite> INSERT INTO mahasiswa(nama, prodi) VALUES('Ace Ventura', 'KH');
sqlite> SELECT * FROM mahasiswa;
1|Linus Torvalds|IK
2|Richard Stallman|FI
9374|Agro|IK
9375|Ace Ventura|KH
sqlite>

Bisa dilihat bahwa kalau kunci primer nim tidak ditentukan, maka nilainya akan ditentukan secara otomatis dimulai dari 1. Terlihat jelas juga bahwa tidak mungkin memasukkan dua baris dengan kunci primer yang sama.

Contoh perintah SELECT lain yang hanya menampilkan mahasiswa ilmu komputer (IK):

sqlite> SELECT nama,nim FROM mahasiswa WHERE prodi='IK';
Linus Torvalds|1
Agro|9374
sqlite>

Karena Richard Stallman ingin pindah dari prodi filsafat (FI) ke ilmu komputer, mari kita bantu dia dengan perintah SQL UPDATE:

sqlite> UPDATE mahasiswa SET prodi='IK' WHERE nim=2;
sqlite> SELECT * FROM mahasiswa;
1|Linus Torvalds|IK
2|Richard Stallman|IK
9374|Agro|IK
9375|Ace Ventura|KH
sqlite>

Sayangnya di ilmu komputer ada aturan bahwa rambut tidak boleh gondrong. Richard Stallman, orang yang keras kepala, lebih memilih dikeluarkan daripada harus mencukur rambutnya. Terpaksa perintah SQL DELETE dipakai:

sqlite> DELETE FROM mahasiswa WHERE nim=2;
sqlite> SELECT * FROM mahasiswa;
1|Linus Torvalds|IK
9374|Agro|IK
9375|Ace Ventura|KH
sqlite>

PS: Rambut Agro belum cukup gondrong untuk ditindak.

Dan terakhir, karena mahasiswanya tidak ada yang mampu membayar kuliah (terlalu mahal!), jadinya tidak ada yang membayar kuliah. Universitasnya pun bangkrut sehingga tabel mahasiswa tidak ada gunanya lagi. Perintah SQL DROP digunakan untuk menghapus tabel:

sqlite> DROP TABLE mahasiswa;
sqlite> .table
sqlite>

Untuk keluar dari program, gunakan perintah .q, .quit, atau .exit. Bisa dicek bahwa berkas test.db3 (atau nama lain yang dipilih) telah tercipta.

Bagaimana, keren kan? Setelah mengetahui tentang SQLite, kamu bisa merekomendasikan program ini pada teman-temanmu yang mengambil basis data.

Untuk tutorial mengenai hal-hal yang lebih kompleks (misal trigger), kunjungi tutorial di freshmeat. Untuk daftar perintah-perintah SQL yang didukung SQLite, kunjungi halaman di situs resminya. Ada benchmark (agak kuno) untuk melihat bahwa SQLite tidaklah lambat. Untuk penggunaan SQLite pada .NET (C#), mungkin kapan-kapan aku bakal bikin tutorialnya :)…

Indosiar melakukannya lagi: Virus SCA

Tuesday, May 15th, 2007 by Agro Rachmatullah

virus

14 Mei 2007. Aku lapar, jadinya kumasak sebungkus mi instan rasa ayam bawang. Nyetel TV, eh… Kebeneran ada Ichi Rittoru no Namida di Indosiar.

Di episode ini, keluarga Aya berdoa di kuil. Di doa tahun baru itu, adik perempuan Aya yang terkecil memohon agar kakaknya cepat sembuh. Kali ini Aya sudah harus menggunakan kursi roda.

Walaupun menemui kesalahan penerjemahan di episode perdana, kali ini aku sama sekali nggak berniat mencari-cari kesalahan. Pokoknya ngisi perut, abis itu balik ke komputer lagi. Tapi…

Penyakit yang diderita Aya, Spinocerebellar ataxia (SCA), adalah penyakit genetik yang mempengaruhi cerebellum (bagian otak yang mengendalikan aktivitas otot). Kata kuncinya adalah ‘penyakit genetik‘, yang berarti bahwa ini penyakit keturunan.

Di episode ini, ada adegan seminar para dokter dan peneliti. Di versi Indosiar, sang pembicara mengatakan yang kurang lebihnya adalah ‘…penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mencegah menyebarnya virus penyakit ini’. Aduh! (Penyakit genetik disebabkan oleh (satu atau lebih) gen tertentu, bukannya virus)

Ah, masalah penerjemahan payah memang tidak ada habis-habisnya, mulai dari anak kuliahan yang ogah-ogahan nulis tugas sampai stasiun televisi besar seperti Indosiar… Aku kemarin nyoba ngirim e-mail ke Indosiar tentang kesalahan di episode pertama. Akankah direspon?

PS: Di One Liter of Tears dikatakan bahwa Aya mengidap Spinocerebellar degeneration (SCD). SCD adalah sebutan lama untuk SCA yang disebabkan gen autosom dominan. (kalau nyari ‘Spinocerebellar degeneration‘ di Wikipedia bahasa Inggris, kamu akan dibawa ke artikelnya ‘Spinocerebellar ataxia‘)

Using the prefix -an to make an informal verb from a noun

Saturday, May 12th, 2007 by Agro Rachmatullah

In Bahasa Indonesia, the prefix -an is a very powerful grammatical construct. Here I will discuss one of its uses, to make an informal verb from a noun.

Given a noun, by attaching -an to its end we can create a verb which means “to do something with the noun”. An example noun is Internet. Using the -an prefix, we can make internetan which means “to access the Internet”:

Aku mau internetan di perpus.
I’m going to access the Internet in the library.

Note that it is colloquial, so you shouldn’t use it in formal writing. Here are more examples:

sepeda (bicycle) -> sepedaan (to ride bicycle)
Dia lagi sepedaan di lapangan.
He’s riding bike at the field.

pacar (girlfriend/boyfriend) -> pacaran (to date someone)
Anto lagi pacaran.
Anto is out on a date.

PS (Playstation) -> PS-an (to play the Playstation)
Belajar! Jangan PS-an terus!
Study! Don’t play Playstation all the time!

Sikat ((tooth)brush) -> sikatan (to brush the teeth)
Udah sikatan?
Have you brushed your teeth?

The hard part is that you can’t just slap it to any noun. It might be correct gramatically but nobody use it so it will sound weird. For example, TV-an (supposedly “to watch TV”) is never used. So are “rokokan” (supposedly “to smoke”), “kursian” (supposedly “to sit”), and “sapuan” (supposedly “to sweep”). I don’t think there is an easy rule to sort the nouns. You just have to figure it out by immersing yourself in the language.