Waktu dulu aku mengambil mata kuliah basis data, aku menginstall server SQL kelas berat yaitu MySQL. Padahal, yang dulu ingin kulakukan hanyalah mengenal dan bermain-main dengan perintah SQL.
Berkas zip MySQL 3 yang waktu itu kusalin dari teman ukurannya sekitar 12 MB. Installer Windows MySQL 5 “Essential” ukurannya sekitar 22 MB. Adakah alternatifnya?
Mari berkenalan dengan SQLite, sebuah mesin SQL yang kecil dan cepat. Program dengan lisensi public domain ini sudah mencapai versi 3 saat artikel ini ditulis. Pada dasarnya, SQLite adalah pustaka bahasa C untuk dilink oleh program yang membutuhkannya (sqlite3.dll untuk Windows dan sqlite-3.x.x.so untuk Linux). Tersedia juga binding untuk banyak bahasa lain (misalnya System.Data.SQLite.dll untuk .NET). Contoh program yang menggunakan SQLite adalah Firefox 3 untuk basis data bookmarknya dan Banshee (pemutar musik C#) untuk basis data lagunya. Jadi dia bukanlah program server yang berjalan sendiri dan menunggu koneksi dari program lain sebagaimana MySQL.
Seluruh database (definisi, tabel, indeks, dan data) pada SQLite disimpan dalam satu berkas. Berkas ini cross platform.
Tapi kembali ke permasalahan semula. Kita ingin bermain-main dengan perintah SQL, bukannya membuat program yang menggunakan basis data. Untuk keperluan ini, di halaman download SQLite disediakan program konsol yang bisa membuat dan membaca berkas basis data SQLite. Program konsol itu sendiri merupakan contoh program yang memanfaatkan pustaka SQLite (tapi pada program ini SQLitenya dicompile bersama, tidak berada di file pustaka terpisah). Ukurannya sangat kecil, misalnya sqlite3-3.3.17.bin.gz untuk Linux berukuran 173.46 KiB dan sqlite-3_3_17.zip berukuran 174.64 KiB!
Tutorial Program Konsol SQLite
PS: Diasumsikan pembaca sudah mengerti perintah-perintah SQL dasar sehingga tidak ada penjelasan panjang lebar tentangnya. Walaupun begitu, mungkin artikel ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tutorial kotor tentang perintah SQL.
Programnya dijalankan dengan memberikan satu argumen berupa nama berkas basis data yang diinginkan. Jika berkasnya tidak ada, maka berkas baru akan dibuat. Ekstensi berkasnya bisa sembarang. Kita akan menggunakan db3 untuk menandakan bahwa itu adalah berkas database yang dibuat SQLite versi 3. Contohnya adalah:
$ sqlite3 test.db3
(Untuk pengguna Linux, ganti nama sqlite3-3.3.17.bin atau buat symbolic link seperlunya)
Setelah mengetikkan perintah tersebut kita akan dibawa ke konsol SQL!
SQLite version 3.3.17
Enter ".help" for instructions
sqlite>
Untuk melihat tabel-tabel yang ada pada basis data yang sedang digunakan, masukkan perintah .table:
sqlite> .table
sqlite>
Perintah yang diawali titik (seperti .table) adalah perintah khusus program konsol ini. Tentu saja, kalau basis datanya baru dibuat tidak akan ada tabel apa-apa.
Kita bisa membuat tabel baru dengan perintah SQL CREATE, misalnya:
sqlite> CREATE TABLE mahasiswa(
...> nim INTEGER PRIMARY KEY,
...> nama TEXT,
...> prodi CHAR(2));
sqlite> .table
mahasiswa
sqlite>
Perintah untuk membuatnya adalah “CREATE TABLE mahasiswa(nim INTEGER PRIMARY KEY, nama TEXT, prodi CHAR(2));“. Walaupun begitu, pada contoh penulisan perintahnya dipecah menjadi 3 baris. Perintah SQL diakhiri dengan titik koma, jadi selama kita belum menuliskan titik koma program tersebut masih menunggu input di baris berikutnya (ditandai dengan prompt “...>“). Dengan perintah .table, bisa dilihat bahwa tabelnya memang sudah tercipta.
Berikutnya adalah memasukkan data pada tabel tersebut dengan perintah SQL INSERT dan menampilkan isi tabel dengan perintah SQL SELECT:
sqlite> INSERT INTO mahasiswa(nama, prodi) VALUES('Linus Torvalds', 'IK');
sqlite> INSERT INTO mahasiswa(nama, prodi) VALUES('Richard Stallman', 'FI');
sqlite> INSERT INTO mahasiswa VALUES(9374, 'Agro', 'IK');
sqlite> INSERT INTO mahasiswa VALUES(9374, 'Wijaya', 'IK');
SQL error: PRIMARY KEY must be unique
sqlite> INSERT INTO mahasiswa(nama, prodi) VALUES('Ace Ventura', 'KH');
sqlite> SELECT * FROM mahasiswa;
1|Linus Torvalds|IK
2|Richard Stallman|FI
9374|Agro|IK
9375|Ace Ventura|KH
sqlite>
Bisa dilihat bahwa kalau kunci primer nim tidak ditentukan, maka nilainya akan ditentukan secara otomatis dimulai dari 1. Terlihat jelas juga bahwa tidak mungkin memasukkan dua baris dengan kunci primer yang sama.
Contoh perintah SELECT lain yang hanya menampilkan mahasiswa ilmu komputer (IK):
sqlite> SELECT nama,nim FROM mahasiswa WHERE prodi='IK';
Linus Torvalds|1
Agro|9374
sqlite>
Karena Richard Stallman ingin pindah dari prodi filsafat (FI) ke ilmu komputer, mari kita bantu dia dengan perintah SQL UPDATE:
sqlite> UPDATE mahasiswa SET prodi='IK' WHERE nim=2;
sqlite> SELECT * FROM mahasiswa;
1|Linus Torvalds|IK
2|Richard Stallman|IK
9374|Agro|IK
9375|Ace Ventura|KH
sqlite>
Sayangnya di ilmu komputer ada aturan bahwa rambut tidak boleh gondrong. Richard Stallman, orang yang keras kepala, lebih memilih dikeluarkan daripada harus mencukur rambutnya. Terpaksa perintah SQL DELETE dipakai:
sqlite> DELETE FROM mahasiswa WHERE nim=2;
sqlite> SELECT * FROM mahasiswa;
1|Linus Torvalds|IK
9374|Agro|IK
9375|Ace Ventura|KH
sqlite>
PS: Rambut Agro belum cukup gondrong untuk ditindak.
Dan terakhir, karena mahasiswanya tidak ada yang mampu membayar kuliah (terlalu mahal!), jadinya tidak ada yang membayar kuliah. Universitasnya pun bangkrut sehingga tabel mahasiswa tidak ada gunanya lagi. Perintah SQL DROP digunakan untuk menghapus tabel:
sqlite> DROP TABLE mahasiswa;
sqlite> .table
sqlite>
Untuk keluar dari program, gunakan perintah .q, .quit, atau .exit. Bisa dicek bahwa berkas test.db3 (atau nama lain yang dipilih) telah tercipta.
Bagaimana, keren kan? Setelah mengetahui tentang SQLite, kamu bisa merekomendasikan program ini pada teman-temanmu yang mengambil basis data.
Untuk tutorial mengenai hal-hal yang lebih kompleks (misal trigger), kunjungi tutorial di freshmeat. Untuk daftar perintah-perintah SQL yang didukung SQLite, kunjungi halaman di situs resminya. Ada benchmark (agak kuno) untuk melihat bahwa SQLite tidaklah lambat. Untuk penggunaan SQLite pada .NET (C#), mungkin kapan-kapan aku bakal bikin tutorialnya :)…