Posts Tagged ‘Makanan’

Plastik sebagai alat makan

Saturday, December 15th, 2007 by Agro Rachmatullah

Di halaman Wikipedia tentang daftar peralatan makan, kita bisa menemukan sendok sampai sumpit. Walaupun begitu, ada satu alat makan yang biasa kugunakan namun tidak terdaftar di situ: plastik!

Plastik untuk makan

Plastik menggabungkan kenyamanan makan menggunakan tangan dengan kepraktisan tidak perlu mencuci tangan maupun alat makan. Cara mendapatkannya juga sangat mudah, tinggal meminta “plastik minum” ke penjual makanan setelah kita membayar.

Inilah tata cara makan menggunakan plastik:

Mengeluarkan isi plastik

Pertama, turn the plastic inside out. Bahasa Indonesianya, buatlah agar permukaan dalam plastik menjadi permukaan luar. Alasannya, ada kemungkinan permukaan luar aslinya telah terkontaminasi berbagai debu dan kuman. Permukaan dalam aslinya mestinya tidak pernah terekspos lingkungan luar sehingga lebih higienis.

Langkah ini belum tentu selalu berhasil dengan mudah. Kadangkala, kita mendapatkan plastik gagal alias permukaan dalamnya saling merekat. Terus saja menggesek-gesek sampai berhasil melepas rekatannya atau sampai bosan.

Memasukkan tangan ke plastik

Setelah itu, masukkan tangan kamu ke dalam plastiknya. Langkah ini juga belum tentu langsung berhasil, sebab kadang-kadang penjual makanan tidak punya stok plastik yang cukup besar. Kalau plastiknya terlalu kecil, coba saja regangkan sambil berharap plastiknya tidak robek.

Makan dengan plastik. Itadakimasu!

Setelah semua persiapan tadi, tinggal acara utamanya yaitu makan! Jangan lupa membuang sampahnya pada tempatnya.

Sebagai alat makan yang sekali pakai buang, sepertinya kelemahan satu-satunya alat makan ini adalah sampah yang dihasilkan. Ya, alat makan ini tidak ramah lingkungan! Di saat ada orang-orang tertentu yang membawa kantong sendiri untuk berbelanja di swalayan (untuk mengurangi jumlah penggunan plastik yang ujung-ujungnya menjadi sampah), makan menggunakan teknik ini rasanya sedikit bersalah. Baikkah menyebarkan meme (baca: mim) “plastik makan” ini di Internet?

Seberapa luaskah penggunaan alat ini? Seringkali, waktu aku minta plastik kepada pedagang yang baru kukenal pun, ada yang menjawab “Oh, buat makan ya?” Mungkin penggunaannya tidak sesedikit yang kuduga. Tapi selama ini, pengguna lain yang pernah kulihat hanyalah beberapa temanku, dan pasti saat makan bareng aku. Dengan kata lain, saat aku yang pergi beli makanan, mereka nitip plastik juga karena sebelumnya telah melihat aku menggunakannya. Misalnya saat makan malam YIC di perpus sebelum melanjutkan bertanding lagi, atau bersama teman lain saat sedang Wifi-an di kampus.

Kalau kamu belum pernah mencobanya, ayo coba sekali-kali…